Media Hiburan dan Informasi

Tudingan Rumitnya Pelayanan Adminduk Dari Rivalnya Saat Debat Publik, Ini Bantahan Tegas Petahana Nur Arifin

RADIOBOSSFM.COM– Dua paslon Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek kembali beradu visi misi dalam debat publik yang di selenggarakan oleh KPU Kabupaten Trenggalek pada Kamis malam 5 November 2020.

Debat publik dengan tema “Reformasi Birokrasi dan Peningkatan Daya Saing Daerah” yang di siarkan live melalui salah satu televisi swasta Jawa Timur. Kedua kandidat paslon berupaya tampil maksimal memaparkan berbagai ide dan gagasan untuk memajukan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Kabupaten Trenggalek.

Dalam sesi tanya jawab, dari pertanyaan yang di lontarkan oleh moderator terkait implementasi janji politik dalam hal kemudahan pelayanan publik yang belum sesuai harapan, serta cara memastikan agar kemudahan pelayanan publik benar-benar dapat dilaksanakan.

Dari pertanyaan tersebut kandidat Calon Bupati nomor urut 01, Alfan Rianto Muasir atau Mas Totok dengan lugas memberikan jawaban sekaligus mengkritisi. “Yang terpenting disini adalah bagaimana merencanakan dari pada sistem dalam pelayann publik itu,” jawab Alfan Rianto.

Alfan memberikan contoh seperti untuk kepengurusan akte kelahiran dan lain sebagainya. Kemudian terkait akses yang ada di Munjungan yg harus menyiapkan data data, serta dalam mengurus administrasi kependudukan yang masyarakat harus datang ke-Trenggalek. Hal tersebut menurut Alfan menjadi satu hal yang merupakan konstream yg menjadi hambatan.

“Kalau misalkan sistem itu diperbaiki, misalkan ditingkat kecamatan dan lain sebagainya itu saya kira suatu hal yang tehnis keniscayaan yg harus dilakukan dan ini merupakan suatu hal yang kami itu ingin memperbaiki sistem-sistem itu,” kata Alfan mengkritisi.

Alfan Rianto melanjutkan, dalam memberikan kemudahan pelayanan dari birokrat kepada rakyat itulah yg menjadi destinasi dari pada janji janji politiknya. Sehingga dalam hal ini rakyat bisa merasa puas dan jangan sampai rakyat menderita karena suatu sistem yang seperti itu. “Jadi yg penting adalah bagaimana kita melayani rakyat itu sebaik mungkin itu prinsipnya,” pungkas Muasir seiring bel berbunyi tanda durasi ia bicara telah habis.

Sementara itu tiba giliran kandidat Cabup nomor urut 02, Moch. Nur Arifin menanggapi steatmen dari Paslon 01. Nur Arifin selaku petahana memberikan bantahan terkait buruknya sistem dalam pengurusan Administrasi Kependudukan.

“Jadi kalau Pak Totok bilang, saya laporan kerja saja dan saya ceritakan saja. Di Kecamatan Munjungan Pak Camat saya beserta seluruh jajaran, kemudian petugas Dukcapil itu kita sudah membagi tugas, kita punya UPT di Munjungan, jadi kalau Pak Totok masih akan memeperbaiki, lhawong UPT nya sudah ada kok disitu. Jadi mungkin Pak Totok belum tahu informasinya jadi saya update,” tegas Nur Arifin membantah.

Melanjutkan tanggapannya, Mas Ipin memberikan laporan dan memaparkan terkait pelayanan publik yg lain dalam hal penanggulangan masalah kemiskinan. “dulu yg namanya orang miskin itu kalau mengeluh tidak ada tempat, skrg kita sudah punya yg namanya pos koordinasi penanggulangan kemiskinan gerakan tengok bawah masalah kemiskinan,” ujar Mas Ipin.

Nur Arifin juga mengatakan bahwa saat ini dari semua Dinas sudah tergabung dan berkolaborasi dalam program ‘Gerakan Tengok Bawah Masalah Kemiskinan’ (GERTAK). Sementara menanggapi terkait masalah perijinan, Nur Arifin menjelaskan dulu pelayanan terpadu perijinan usaha yang masih di dinas-dinas sektoral.
“Sekarang semua sudah di limpahkan di dalam satu pelayanan terpadu. Kemudian paten di Kecamatan kita perkuat termasuk tadi jemput bola termasuk di Dukcapil,” pungkas Nur Arifin, seiring durasi waktu ia bicara telah habis.

Di tengah sengitnya perdebatan, Calon Bupati nomor urut 02 Moch. Nur Arifin tampil dengan Perfomace paling apik. Hal tersebut terlihat dari penampilannya yang tenang serta meyakinkan dalam memaparkan program-program pembangunan. Dengan bahasa lugas disertai pemaparan capaian pembangunan yang terukur, kandidat petahana bergelar Bupati termuda itu mampu memaksimalkan setiap sesi debat. Tidak terburu-buru meski dengan sempitnya durasi waktu yang disediakan.

Terlepas dari masalah politik terkait pelayanan adminduk yang jadi bahasan hangat dalam debat publik kamis malam lalu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Trenggalek, Suprapti, saat di konfirmasi wartawan Radio Boss menegaskan, dalam upaya mempermudah dan mendekatkan pelayanan adminduk kepada masyarakat, bahwa sejak tahun 2019 sudah membentuk tiga UPT di tiga Kecamatan terjauh Kabupaten Trenggalek yaitu Munjungan, Watulimo dan Panggul.

Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, UPT Kecamatan Munjungan

Selain terbentuknya tiga UPT, Suprapti menjelaskan bahwa Dinas Dukcapil juga sudah membentuk pelayanan keliling. “Pelayanan keliling ini yang setiap hari mengirimkan tim garda terdepan pelayanan dokumen adminduk ke wilayah Kecamatan atau ke Desa di Kabupaten Trenggalek,” ujar Suprapti

Lebih lanjut Suprapti menerangkan, layanan lainnya dari Dinas Dukcapil Trenggalek adalah  ‘Layanan Jemput Bola’. Layanan ini di peruntukkan bagi warga dengan kategori penduduk rentan. “Penduduk rentan itu jompo, kembang amben, masyarakat kita yang sakit yang tidak bisa kemana mana, difabel dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ),”ujar Suprapti.

Bukan hanya penduduk rentan, Jemput bola juga memberikan layanan bagi penduduk pemula atau siswa yang sudah berusia 16 sampai dengan 17 tahun. Dengan begitu maka baik itu penduduk rentan maupun siswa tidak lagi harus datang sendiri ke dinas Dukcapil maupun UPT. Suprapti mengatakan, hal itu dikarenakan Tim jemput bola yang akan datang ke rumah warga maupun datang ke sekolah-sekolah.

Berita Lainya