Media Hiburan dan Informasi

Bantuan Pupuk Gratis Kementan, Petani Harus Penuhi Syarat Ini Untuk Mendapatkanya

RADIOBOSSFM.COM- Sebanyak 540 ton bantuan pupuk dari Kementerian Pertanian (Kementan) dalam dua minggu terakhir ini telah di distribusikan kepada 136 Kelompok Tani (Poktan) di Kabupaten Trenggalek. Dari 14 Kecamatan yang ada di Kabupaten Trenggalek, hanya 12 Kecamatan yang mendapatkan bantuan. Sementara 2 Kecamatan, yakni Watulimo dan Pogalan tidak mendapatkan bantuan pupuk gratis dari program PATB (Perluasan Area Tanam Baru) dari Kementan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek Ir. Didik Susanto menjelaskan ada beberapa kriteria bagi Poktan (Kelompok Tani) yang berhak mendapat bantuan pupuk gratis jenis NPK dari Kementrian Pertanian.

“Kriteria tersebut adalah petani itu harus tergabung dalam poktan dan memiliki lahan PATB (Perluasan Area Tanam Baru) terutama tanaman padi,” ungkap Didik ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/12/2020).

Didik menerangkan, apabila petani itu tidak tergabung dalam poktan dan tidak memiliki lahan PATB, maka ia tidak berhak mendapat bantuan pupuk gratis dari Kementan. PATB adalah sebuah lahan yang sebelumnya ditanami tanaman tegakan yang selanjutnya diubah oleh petani menjadi lahan untuk tanaman padi.

“Jadi misalkan petani hutan yang tergabung dalam poktan dan telah bekerja sama secara legal dengan Perhutani kemudian mengubah lahannya menjadi lahan untuk tanaman padi, ya petani itu berhak mendapat bantuan pupuk gratis,” kata Didik.

“Karena itu, petani yang sejak dahulu telah memiliki lahan tanaman padi tidak termasuk dalam PATB,”imbuhnya.

Kendati demikian, lanjut Didik, meski petani itu tergabung dalam poktan dan memiliki PATB akan tetapi tidak diusulkan oleh poktan, maka bisa dipastikan petani itu tidak mendapatkan bantuan pupuk gratis dari Kementan.

Sementara itu, Sunarti, Ketua Poktan Purwo Dadi, Desa Parakan, Kecamatan Trenggalek yang telah mendapat bantuan pupuk gratis jenis NPK dari Kementan mengatakan bahwa dirinya sengaja mengubah lahan tegakan menjadi lahan tanaman padi karena adanya program PATB dari Kementan.

“Sebelumnya lahan ini kan lahan yang ditanami tebu, terus kemudian beralih ke lahan tanaman padi,” kata Sunarti.

Sunarti mengaku karena adanya bantuan pupuk gratis dari program Kementan berupa PATB inilah yang akhirnya mengubah lahan yang sebelumnya sebagai lahan tebu menjadi lahan tanaman padi. Meski demikian ia juga mengatakan bahwa lahan yang ditanami padi saat ini hanya mengandalkan air dari hujan (tadah hujan).

Mewakili Kelompok Tani (Poktan) yang ia ketuai, Sunarti menyampaikan terima kasih kepada Kementan dengan adanya bantun pupuk gratis PATB ini. Ia juga berharap agar ke depan bantuan dari Kementan akan lebih banyak lagi bagi petani di Trenggalek. (pit/rb)

Berita Lainya