Media Hiburan dan Informasi

Hadirkan Ahli dari IPB, Polisi Lakukan Olah TKP di Tambak Udang Vannamei

RADIOBOSSFM.COM– Polres Trenggalek terus mendalami dugaan perkara pidana lingkungan hidup di lokasi tambak budidaya udang vannamei, tepatnya di Petak 95k Blok Cengkrong RPH Watulimo, Dusun Cengkrong Desa Prigi Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Kamis (5/11/2020).

Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Tatar Hermawan, saat di konfirmasi awak media di lokasi mengatakan, olah TKP ini dilakukan karena adanya dugaan pelanggaran pengelolaan lingkungan.

“Iya benar hari ini kami dari Satreskrim Polres Trenggalek melakukan olah TKP dugaan pelanggaran pengelolaan lingkungan hidup sebagaimana Pasal 98, Pasal 99 UURI 32 Tahun 2009 tentang PPLH” Ungkap AKP Tatar.

Dalam Proses olah TKP ini juga menghadirkan beberapa pihak, diantaranya dari pihak pengelola tambak, Kehutanan provinsi Jatim, PPNS Gakkum Jabalnusra, Kasipidum Kejari Trenggalek, BPKH wilayah XI Yogyakarta, Dinas Perikanan Kabupaten Trenggalek serta tenaga ahli kerusakan tanah lingkungan dan ekosistem IPB Bogor yang sekaligus melakukan pengambilan sample tanah dari empat titik di kawasan tambak dan muara tambak.

Lebih lanjut AKP Tatar menyampaikan bahwa belum ada penetapan tersangka dari kasus dugaan pelanggaran pengelolaan lingkungan ini, karena  masih dalam proses penyidikan. “Saat ini masih proses penyidikan. Perkembangan akan kami sampaikan lebih lanjut”, ungkap AKP Tatar.

Sementara itu Dr. Ir. Basuki Wasis, M.Si. Dosen Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor selaku Ahli mengungkapkan, peninjauan ke lapangan ini guna melakukan pengambilan sample tanah untuk dibawa ke laboratorium.

“Sementara kita tunggu dulu, nanti setelah hasilnya itu kita sampaikan ke penyidik kemudian dari penyidik nanti akan di buat resum kerusakan, dari resum kerusakan itu terbukti apa tidak”, kata Basuki.

Sample yang diambil dari lokasi tambak ini diantaranya tanah utuh untuk analisa sifat fisik, tanah komposit untuk sifat fisik, kimia dan biologinya. Dari sample tersebut yang kemudian akan dianalisis di laboratorium, dan hasilnya akan menjawab apakah benar merusak ekosistem lingkungan yang ada.

Reporter : Anggar Pito/Radio Boss

Berita Lainya