Media Hiburan dan Informasi

Hari Pertama Kembali Jadi Bupati, Arifin Langsung Fokus Penanganan Covid-19

RADIOBOSSFM.COM- Setelah mengambil cuti selama hampir dua bulan untuk menjalani tahapan kampanye di Pilkada 2020, Mochamad Nur Arifin hari ini Senin, (07/12/2020) kembali menjalankan aktifitas di pemerintahan sebagi Bupati Trenggalek. Hari pertama masuk kerja, Arifin langsung fokus dalam penanganan Covid-19.

Dikonfirmasi terkait melonjaknya kasus Covid-19 di Kabupaten Trenggalek, Arifin mengatakan bahwa klaster besar ini terjadi pada tenaga medis di RSUD dr. Soedomo. Menurutnya, hari ini pihak rumah sakit sudah melakukan re-swab test terhadap tenaga medis yang positif Covid-19 dan hasilnya sudah separuhnya pulih atau sudah dinyatakan negatif.

“Dari total 101 tenaga medis yang positif, 58 orang diantaranya sudah melakukan re-swab. Dari hasil re-swab, 55 orang sudah di nyatakan negatif, yang berarti tinggal menyisakan 3 orang yang positif dari hasil re-swab. Hari ini dilakukan lagi re-swab pada 43 tenaga medis,” papar Arifin.

Lebih jauh Arifin mengatakan, bagi tenaga medis khususnya dokter spesialis yang tanpa gejala, pihaknya meminta untuk tetap bisa melakukan pelayanan, baik di Poli Rawat Jalan maupun Rawat Inap secara teleconsulting. 

Dengan adanya lonjakan angka Covid-19 dan klaster baru ini, Arifin juga meminta kepada masyarakat apabila membutuhkan layanan kesehatan di rumah sakit, dan tenaga medis melakukan screening dengan memberikan pertanyaan, hendaknya pasien menjawab dengan jujur.

“Jadi gunanya screening itu untuk melindungi tenaga medis jangan sampai melumpuhkan kegiatan di fasilitas kesehatan khususnya rumah sakit. Saya berharap nggak apa apa masyarakat terbuka saja kalau toh Covid kita juga akan layani,” ujarnya.

Arifin juga meminta kepada keluarga yang saat ini sedang menjalani isolasi mandiri agar jangan sampai melupakan jaring pengaman sosial.

Sementara itu dalam mengantisipasi semakin bertambahnya angka Positif Covid, Nur Arifin mengatakan pihaknya akan menerapkan strategi baru dengan melakukan pemisahan resiko dalam wilayah. Selain itu pihaknya juga meminta penambahan alat Rapid Test dan Swab Test, agar masyarakat mau melakukan screening secara mandiri atau melakukan Rapid Test dan Swab Test secara gratis.

Berita Lainya