Media Hiburan dan Informasi

Herbal Untuk Obat Corona Temuan UAH , Hanya Ada di Dua Tempat di Dunia

RADIOBOSSFM.COM Ustadz Adi Hidayat (UAH) membeberkan hasil risetnya untuk ‘obat Covid-19 yang bersumber dari Hadis Nabi.

Ustadz Adi dalam paparannya di Kampus Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar, Sulawesi Selatan, yang juga disiarkan langsung secara virtual dan live streaming pada (10/9/2020) lalu mengatakan, obat ini sebagai hasil risetnya selama 6 bulan menangani Covid-19.

UAH bilang herbal ini lebih tepatnya disebut pendekatan pengobatan ala Rasulullah atau Thibbun Nabawi. Bahkan menurut UAH, pemerintah Tiongkok yang pada saat itu dilanda pandemi Covid-19 di wilayah Wuhan ,juga melakukan pengobatan diantaranya dengan cara ini.

Dari hasil risetnya ini, UAH juga mempersilahkan siapa saja yang ingin melakukan pengujian atau membuktikan kebenarannya. Komposisi ataupun nama herbalnya sendiri, Ustadz Adi tidak menyampaikan secara rinci.  Namun UAH mengatakan herbal ini hanya ada di dua tempat di dunia yaitu Himalaya dan Saudi bagian timur.

Terkait temuan obat herbal Covid-19 oleh Ustadz Adi Hidayat ini, seorang tokoh mualaf, Hanny Kristianto turut memberikan tanggapan.

Melalui postingan di akun Instagram miliknya pada (22/09), Hanny Kristianto yang juga Founder Ikhlaas Foundation ini mengungkap nama herbal atau Thibbun Nabawi untuk mengobati Covid-19. Ia membandingkan terkait perkembangan kasus Covid-19 di Saudi yang terus menurun, dan banyak dari mereka yang sembuh berkat Thibbun Nabawi.

“Bismillah. Kasus Covid di Saudi sangat jauh menurun, banyak yang sembuh berkat Thibbun Nabawi,”tulis Hanny Kristianto di akun Instagramya @hannykristanto.

Masih dalam postingannya Hanny menuliskan, dalam Kitab Pengobatan dari Assa’uth dengan qusthul hindi dan qusthul bahri disebutkan:

حَدَّثَنَا صَدَقَةُ بْنُ الْفَضْلِ أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ قَالَ سَمِعْتُ الزُّهْرِيَّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ أُمِّ قَيْسٍ بِنْتِ مِحْصَنٍ قَالَتْ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ عَلَيْكُمْ بِهَذَا الْعُودِ الْهِنْدِيِّ فَإِنَّ فِيهِ سَبْعَةَ أَشْفِيَةٍ يُسْتَعَطُ بِهِ مِنْ الْعُذْرَةِ وَيُلَدُّ بِهِ مِنْ ذَاتِ الْجَنْبِ وَدَخَلْتُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِابْنٍ لِي لَمْ يَأْكُلْ الطَّعَامَ فَبَالَ عَلَيْهِ فَدَعَا بِمَاءٍ فَرَشَّ عَلَيْهِ

Telah menceritakan kepada kami Shadaqah bin Al Fadl telah mengabarkan kepada kami Ibnu ‘Uyainah dia berkata: saya mendengar Az Zuhri dari ‘Ubaidullah dari Ummu Qais binti Mihshan berkata: saya mendengar Nabi ﷺ bersabda: 

“Gunakanlah dahan KAYU INDIA, karena didalamnya terdapat 7 macam penyembuh dan dapat menghilangkan penyakit (racun) di antaranya adalah RADANG PENYAKIT PARU.’ 

Ibnu Sam’an dalam haditsnya: “Karena sesungguhnya padanya terdapat obat dari tujuh macam jenis penyakit, di antaranya adalah RADANG PENYAKIT PARU (DADA).” 

Lalu aku menemui Nabi ﷺ sambil membawa bayiku yang belum makan makanan, lalu bayiku mengencingi beliau, maka beliau meminta air dan memercikinya.” HR. Bukhari no. 5260

Harga qusthul hindi dan qusthul bahri di Makkah per 100 gram +- 25 riyal

Koh Hanny (sapaan akrabnya) juga menuliskan manfaat dan cara mengkonsumsi dari obat herbal ini. Caranya :

Letakkan 1 sendok kecil digelas berisi air panas, aduk biarkan sampai mengendap biarkan 1/2 menit, kemudian diminum. 

3X sehari bagi yg kena corona + habatus saudah cair, untuk melancarkan pernafasan ditambah dengan madu. 

Bagi yang biasa mengkonsumsinya merasakan banyak manfaatnya. Diantaranya membantu masalah pencernaan. 

Kalau habis makan berat, daging, terus minum qistulhindi setelah 4 jam, pasti akan lapar (kosong) kembali, krn mempercepat proses pencernaan. 

Dan ketika radang tenggorokan meminumnya atau berkumur sampai kerongkongan,”tulis Koh Hanny di akun Instagramnya @hannykristianto.

Brikut adalah pemapaaran Ustadz Adi Hidayat (UAH) di channel Youtubnya.

Berita Lainya