Media Hiburan dan Informasi

Isyu Gempa dan Tsunami, Kepala Disparbud Trenggalek Imbau Masyarakat Yang Mau Berwisata Ke Trenggalek Tidak Perlu Khawatir Berlebihan

Radiobossfm.com, Trenggalek- Isyu akan adanya gempa di pesisir selatan Pulau Jawa termasuk diantaranya pesisir selatan Kabupaten Trenggalek tentu bisa berdampak pada jumlah kunjungan wisatawan. Pada saat isyu itu berhembus, destinasi wisata di Kabupaten Trenggalek sedang ditutup total. Penutupan yang dilakukan oleh Pemkab Trenggalek untuk mengantisipasi adanya lonjakan kasus Covid-19 saat libur lebaran 1442 H.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Sunyoto mengatakan ketika isyu itu berhembus destinasi wisata sedang ditutup, jadi tidak begitu nampak dampaknya, dan baru terlihat dampaknya saat ini pada waktu destinasi sudah dibuka kembali.

“Ketika tanggal 4 Juni kemarin dibuka, nampaknya memang ada penurunan jumlah kunjungan wisatawan,” kata Sunyoto saat ditemui reporter Radio Boss FM di kantornya, Selasa (8/6).

Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Trenggalek ini juga menjelaskan bahwa kembali dibukanya destinasi wisata ini dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat. “Selain protokol kesehatan yang ketat, juga harus ada imbauan edukasi terkait mitigasi bencana adanya potensi gempa dan tsunami di pesisir selatan Trenggalek,” imbuhnya.

Selain itu pihak Disparbud Trenggalek, menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Bupati Trenggalek terus melakukan komunikasi dan diskusi terhadap para pedagang di area destinasi wisata. Diantaranya para pedagang diminta untuk ikut menegakkan disiplin protokol kesehatan serta turut membantu untuk mengingatkan dan mengedukasi para wisatawan terkait mitigasi bencana.

Dalam keteranganya Sunyoto juga mengatakan bahwa pihaknya akan menjalin kerjasama dengan pemerintah kecamatan untuk memasang rambu peringatan maupun penunjuk arah evakusi di area destinasi wisata.

“Ini sedang kita proses, jadi banner – banner maupun audio peringatan sedang kita pasang,” tegas Sunyoto.

Menutup keteranganya, Sunyoto mengimbau kepada seluruh masyarakat Trenggalek dan juga para wisatawan terkait adanya apotensi gempa dan tsunami di pesisir selatan Trenggalek, agar tetap waspada tidak merasa ada kekhawatiran yang berlebih. Sunyoto juga mempersilahkan bagi masyarakat yang mau dolan atau rekreasi ke tempat-tempat wisata di Trenggalek.

“Yang paling penting adalah semuanya harus waspada terhadap segala kemungkinan yang bisa terjadi. Mudah mudahn wisata Trenggalek segera bangkit lagi, perekonomian masyarakat khususnya di daerah wisata juga bisa bergerak dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa ditingkatkan,” tegas Sunyoto mengakhiri keteranganya. (Anggar Pito/Boss FM)

Berita Lainya