Media Hiburan dan Informasi

Joko Irianto Resmi di Lantik Sebagai Sekda Trenggalek

RADIOBOSSFM- Joko Irianto secara definitif dilantik menjadi sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Pengambilan sumpah dan pelantikan Sekda di lakukan oleh Bupati Trenggalek, Emil Elistianto Dardak, di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Sabtu (9/2/2019) malam. Selain pelantikan Sekda, juga lakukan mutasi kepada 40 pejabat administrasi di lingkup Pemkab Trenggalek, dari eselon III dan eselon IV.

Sekda Trenggalek Joko Irianto yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek. Sedangkan beberapa pejabat yang di mutasi di antaranya Joko Wasono, yang sebelumnya menjabat Kepala Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) dan pejabat Administrasi di lingkup Pemkab Trenggalek, kini dilantik sebagai Kepala Dispendukcapil.

Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak mengatakan, pengisian jabatan sekda secara definitif dilakukan melalui serangkaian penilaian tes selektif yang dilakukan oleh tim panitia seleksi (pansel). Anggota pansel terdiri dari tim Unair, Kanreg II BKN Provinsi, Mantan Sekda Trenggalek dan Kepala BKD Trenggalek. Dari lima orang yang mendaftar, setelah melalui tahapan proses seleksi, akhirnya mengerucut pada tiga nama yang diumumkan secara terbuka.
“Dari tiga nama tersebut selanjutnya diserahkan kepada Gubernur dan Kemendagri, baru setelah SK turun kita lantik kali ini,”tutur Emil.

Masih menurut Emil, dari tiga nama calon sekda, ia mengaku sudah berkomunikasi dengan Wabub M. Nur Arifin.
“Saya tanya kepada Pak Wabup, karena keterbatasan calon yang ada apakah mencari dulu dari luar, beliau bilang percaya yang ada di Trenggalek. Ya sudah kita berproses seperti itu dan hasilnya saya sampaikan ke Pak Wabup dan beliau sepenuhnya mendukung,” Ujar Emil.

Di ketahui sejak Sekda definitif sebelumnya memasuki masa purna maka di isi oleh Plt. “Karena Plt pada saat itu naik haji, maka harus mengangkat PJ. Karena dalam PJ ada aturan batasan usia 2 tahun sebelum pensiun, maka Plt tidak bisa kembali. Tetapi PJ hanya bisa dua kali tiga bulan dan selama itu proses seleksi harus dilakukan,” terang Emil.

Sementara itu menanggapi pemutasian atau pelantikan kepada pejabat pratama, eselon III, eselon IV hingga pejabat pengawas yang dilakukan saat ini, Emil mengatakan itu hanya sekitar 10 sampai 20 persen. Terkait banyaknya kekosongan jabatan di lingkup Pemkab Trenggalek, Emil menyerahkan sepenuhnya kepada penerus pimpinan selanjutnya agar roda birokrasi berjalan dengan baik.

“Dimanapun mereka, kinerjanya sangat baik, maka sudah suatu keharusan secara etika bahwa yang kinerjanya baik mendapat tempat yang baik juga sebelum purna. Ini hanya 10 sampai 20 persen, sisanya kami serahkan pada penerus kami untuk memilih tim yang terbaik termasuk di ring satu beliau,” pungkasnya.

Berita Lainya