Media Hiburan dan Informasi

KETUA IPSI : DI TIADAKANNYA CABOR PENCAK SILAT DI PORKAB TRENGGALEK, TIDAK ADA KLARIFIKASI DARI KONI

bossfm917.com, TRENGGALEK- Pekan Olah Raga Kabupaten (PORKAB) Trenggalek Tahun 2018 secara resmi dibuka Selasa (9/10/2018).  Ada 8 cabang olah raga, di ikuti 1.206  atlet dari 14 kontingen se-Kabupaten Trenggalek. Porkab 2018 akan di gelar selama enam hari mulai tanggal 9 sampai 14 oktober 2018.

Namun ironisnya dari 8 cabor yang di pertandingkan di Porkab ini, cabor pencak silat justru tidak di ikut sertakan. Menanggapi hal ini, Ketua Ikatan Pencak Silat  Indonesia (IPSI) Kabupaten Trenggalek, Sigid Agus Hari Basuki merasa hal ini aneh.

” Di Kabupaten Trenggalek ini pencak silat adalah salah satu cabang olah raga unggulan. Jadi sudah ada catatan – catatan  prestasi yang bisa di bangun. Bukan hanya baru – baru saja, tapi sudah lebih dari sepuluh tahun lalu. Dalam berbagai even di tingkat provinsi, trenggalek selalu bisa menorehkan prestasi mendapatkan medali, walaupun belum maksimal. Belum maksimalnya ini karena memang sumberdaya yang kita miliki juga sangat terbatas. Tapi ini sudah sangat bagus, karena dengan keterbatasan trenggalek kita mampu muncul di peta kekuatan provinsi” Tutur Sigid, Rabu (10/10).

Seperti yang baru baru ini kejuaraan Provinsi antar pelajar se – Jatim tahun 2018, Trenggalek mampu meraih dua medali emas dari cabor pencak silat. Sigit mengatakan jika melihat peta kekuatan Kab/Kota se-Jawa Timur, capaian dua emas ini adalah capaian yang luar biasa. Dalam berbagai even Porprov sebelumnya, Sigid mengatakan pencak silat sebagai salah satu penyelamat muka Trenggalek. Ketika cabang cabang olah raga yang lain tidak mampu memberikan medali, pencak silat masih bisa memberikan, bersama beberapa cabang olah raga lainya.

“Di kejuaraan Provinsi pra PON Jawa Timur, Trenggalek mampu mendulang empat emas satu perak. Artinya dengan catatan lain, pencak silat memang benar benar olah raga unggulan di Trenggalek. Dari hal tersebut sigid berharap, PORKAB adalah ajang kompetisi dalam mencari atau menemukan calon calon atlit yang di pandang memiliki kemampuan untuk meraih prestasi di level provinsi, karena PORKAB ini kelanjutanya adalah PORPROV” ujar Sigid.

Sigid Agus Hari Basuki selaku Ketua IPSI Trenggalek berharap, kalau Kabupaten Trenggalek ingin konsen terhadap upaya upaya pencapaian prestasi, mestinya KONI bisa lebih fokus untuk menentukan cabor cabor yang nyata – nyata dan jelas bisa menghasilkan prestasi. “Saya tidak komplain dengan cabor yang lain, karena mungkin cabor yang lain juga memiliki prestasi. Tapi dengan catatan, dengan torehan prestasi di cabor pecak silat yang seperti itu, dan dalam Porkab ini tidak di ikut sertakan, saya anggap itu aneh” terangnya.

Di konfirmasi apakah IPSI sudah mendapatkan penjelasan dari pihak KONI terkait tidak di ikutkannya cabor pencak silat dalam Porkab. Sigid mengaku IPSI  belum mendapatkan informasi alasan KONI tentang tidak di ikutkanya cabang olah raga pencak silat dalam Porkab saat ini maupun Porkab sebelumnya.

” Pertanyaanya, apakah ini kebijakan sudah tepat, atau ada hal lain, mestinya dari pihak KONI ada penjelasan supaya tidak terjadi salah paham. Karena kita ini sama sama insan pembina olah raga di Trenggalek. Saya cukup ingin dalam mengambil keputusan itu mengajak pihak pihak lain yang kompeten dan memang terlibat langsung dalam pembinaan olah raga. Sehingga keputusan keputusan KONI bisa di terima oleh banyak pihak, terutama insan olah raga. Karena keputusan KONI sangat berkaitan erat dengan Kabupaten Trenggalek, kalau langkahnya benar insya’alloh Trenggalek bisa lebih berpeluang dalam mendulang prestasi. Akan tetapi kalau langkahnya keliru, wassalam” pungkas Sigid.  (Anggar Pito-radioboss)

 

Berita Lainya