Media Hiburan dan Informasi

KONI TRENGGALEK KESULITAN DALAM SELEKSI, JADI ALASAN TIADANYA CABOR PENCAK SILAT DI PORKAB

bossfm917.com, TRENGGALEK– Tidak adanya Cabang Olah Raga (Cabor) pencak silat pada Pekan Olah Raga Kabupaten (Porkab) Trenggalek  sangat di sayangkan oleh beberapa pihak, salah satunya oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Trenggalek. Sigid Agus Hari Basuki, Ketua IPSI Trenggalek mempertanyakan di tiadakanya Cabor pencak silat di Porkab Trenggalek 2018 ini. “Di kejuaraan Provinsi pra PON Jawa Timur, Trenggalek mampu mendulang empat emas satu perak. Artinya dengan catatan lain, pencak silat memang benar benar olah raga unggulan di Trenggalek. Jadi kami menyayangkan dengan tiadanya cabor Pencak silat di Porkab” Ungkap sigid.

Menanggapi hal ini, Ketua KONI Trenggalek, Tri Santoso membantah kalau Cabor pencak silat di hapus. ” Ini tidak dihapus atau ditiadakan. Namun tidak munculnya Cabor tersebut pada Porkab, karena masih ada kesulitan seleksi pada kontingen di tingkat kecamatan.

“Perlu diketahui, anggota KONI ada sebanyak 24 Cabor, semuanya juga menghendaki masuk pada Porkab. Koni pun juga menghendaki semua Cabor ikut dalam Porkab,” Ujar Tri Santoso , Kamis (11/10/2018).

Menurut Tri Santoso, mengenai Cabor pencaksilat, KONI sudah mengupayakan untuk dilaksanakan. Namun peserta kontingen dari kecamatan masih kesulitan seleksi di tingkat kecamatan.

“Karena pencak silat tidak hanya satu perguruan. Meskipun ini Porkab ke-4 KONI masih kali ini melaksanakan seratus persen, sebelumnya dilaksanakan dinas terkait. Artinya kamipun masih tahap belajar,” tuturnya

Tri Santoso menambahkan, bukan hanya Cabor pencaksilat, namun juga termasuk Cabor senam, KONI bersama Sekda sudah membicarakan hal tersebut. Rencananya Cabor senam dan pencak silat akan dilaksanakan pada Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) yang semuanya akan diserahkan kepada Cabor.

“Itupun merupakan suatu seleksi dari IPSI. Dengan rencana nanti, KONI memberikan anggaran kepada Cabor untuk melaksankan Kejurkab dengan diikuti seluruh perguruan yang ada di Trenggalek,” papar Ketua KONI.

Tri Santoso menjelaskan, KONI akan tetap merencakan diawal tahun depan untuk ajang seleksi yang akan dilaksanakan IPSI, dengan anggaran dikucurkan dari KONI.

“Tidak ada pernyataan pencaksilat ditiadakan dari Porkab. Rencana semula ada, namun realisasi ada beberapa pertimbangan. Karena Porkab itu peserta yang mendaftarkan dari kontingen, bukan Cabor,” jelasnya.

Lebih lanjut Tri Santoso menjelaskan, Jadi kalau kontingen kecamatan tidak daftar jelas tidak kita ikutkan. Misal ada delapan Cabor namun ada salah satu Cabor dari kontingan kecamatan sangat minim. Karena keterbatasan atletnya dari situ juga menjadi pertimbangan.

“Misal saja, Cabor senam, syarat pertandingan minimal diikuti dari delapan club atau peserta. Dan selama ini senam kami apresiasi, namun Cabor yang ada baru di tiga kecamatan. Jadi kesiapan dari kontingen kecamatan juga dijadikan pertimbangan,” imbuhnya.

Tri Santoso menambahkan, karena baru kali ini Koni melaksanakan Porkab, pasti masih banyak kekurangan. Maka evaluasi Porkab akan terus di perbaiki, untuk pelaksanaan Porkab di tahun 2020 pasti lebih baik dan Cabornya akan lebih banyak.

Berita Lainya