Media Hiburan dan Informasi

Libur Nataru, Destinasi Wisata Trenggalek Tutup Dua Hari

RADIOBOSSFM.COM- Menghadapi Perayaaan Natal dan Tahun Baru. Pemkab Trenggalek menutup semua destinasi wisata mulai 31 Desember 2020 hingga 1 Januari 2021. Kebijakan ini diambil demi meminimalisir penyebaran covid-19 di Kabupaten Trenggalek, dengan memperhatikan kasus terkonfirmasi positif yang cenderung meningkat dimasa hari  libur atau hari besar.

Bupati Moch. Nur Arifin mengatakan, selain kebijakan penutupan destinasi wisata, bagi pelaku usaha pariwisata seperti kuliner perhotelan juga  diimbau untuk melakukan protokol kesehatan secara lebih ketat.

“Begitu juga para pengelola pariwisata wajib membatasi jumlah kunjungan maksimal 50% dari total kapasitas mulai 24 Desember hingga 4 Januari 2021,” ujar Bupati dalam press release bersama Forkopimda, seluruh Pemerintah Kecamatan dan awak media melalui videoconfrence di gedung Smart Center, Rabu malam (23/12).

Tim gabungan juga akan menggelar Operasi Yustisi secara berkala guna memantau kedisiplinan para pengelola objek wisata. “Jangan lupa selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, gunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan sesering mungkin,” tutur Bupati.

Nur Arifin juga menyampaikan terkait Surat Telegram Kapolri STR 923/12/OPS/2/2020 tertanggal 16 Desember 2020 disebutkan tidak boleh Kepolisian dari semua tingkatan mengeluarkan ijin keramaian yang dapat menimbulkan kerumunan masa.

Maka segala bentuk keramaian menyangkut perayaan Natal, Tahun Baru, serta kegiatan lain termasuk hajatan dan kegiatan kemasyarakatan seluruhnya dilarang untuk diselenggarakan.

Adapun perayaan Natal diimbau diselenggarakan di rumah masing-masing.  Penyelenggaraan yang dilakukan di Gereja wajib mengikuti protokol kesehatan.

Sementara itu terkait jumlah kasus covid-19 di Kabupaten Trenggalek, Nur Arifin menyampaikan sampai dengan 22 Desember 2020 total 104 pasien yang masih terinfeksi  Covid-19. Sementara untuk tingkat fatality rate atau tingkat kematian di Kabupaten Trenggalek per 22 Desember 2020 sebesar 4.32% dari total kasus atau setara 41 orang yang meninggal dunia.

“Maka ini harus menjadi pencermatan, karena semakin tinggi kasus covid-19 maka semakin tinggi pula resiko jumlah pasien yang meninggal,” tegasnya.

Pemkab Trenggalek juga mengambil kebijakan bagi semua yang terinfeksi covid-19 harus dan mendapatkan perawatan secara intensif di asrama covid untuk menghindari klaster keluarga. Kecuali mereka yang sedang merawat bayi atau perawatan yang sedang memerlukan pendampingan keluarga.

“Semoga kita menutup Tahun 2020 ini dengan senantiasa memanjatkan syukur, sehingga tahun depan diberikan keberkahan dan lebih baik dari Tahun ini,” pungkasnya.

Berita Lainya