Media Hiburan dan Informasi

Diduga Menjual Pupuk Gratis Bantuan Kementan, Salah Satu Ketua Poktan di Desa Timahan Harus Berurusan Dengan Polisi

RADIOBOSSFM.COM, Trenggalek- Bantuan pupuk gratis dari Kementerian Pertanian (Kementan) yang di terima oleh salah satu kelompok tani di desa Timahan Kecamatan Kampak ada dugaan terjadi penyelewengan. Ketua kelompok tani yang mendapatkan pupuk gratis ini, diduga justru menjualnya ke sejumlah petani di desanya dengan harga 100 ribu per sak.

Salah seorang saksi dari kasus ini yakni Mukatab, yang merupakan Ketua RT. 22 Dusun Genuk, Desa Timahan, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek. Ia mengungkapkan sekitar dua minggu yang lalu dirinya pernah mendapat panggilan secara lisan dari pihak kepolisian terkait adanya dugaan penjualan pupuk gratis bantuan dari Kementan yang di lakukan salah satu warganya yang berinisial SJT. Ia diminta menjadi saksi ketika aparat kepolisian meminta keterangan pada SJT.

Menirukan ucapan aparat kepolisian ketika mendatangi dusun Genuk Desa Timahan, Mukatab mengatakan “Tolong di panggil Pak Katab, RT nya” ujarnya kepada awak media, Rabu (6/1).

Menurut Mukatab, aparat kepolisian yang datang ke wilayahnya saat itu sempat menanyakan pada SJT, kemana pupuk gratis bantuan dari Kementan itu di jual. Mukatab menceritakan bahwa SJT saat itu mengaku di hadapannya dan juga aparat kepolisian bahwa pupuk bantuan gratis dari kementan itu di jual 100 ribu per sak di luar kelompoknya.

“Lha terus pengakuan pak SJT, pupuk saya jual per saknya 100 pak kalau lain kelompok. Kalau kelompok saya 85 ribu,” ungkap Mukatab menirukan ucapan SJT ketika dimintai keterangan oleh aparat.

Mukatab juga mengatakan, aparat kepolisian sempat menanyakan kepada SJT apakah penjualan pupuk gratis ini di lakukan secara sendiri atau bersama kelompoknya. SJT kata Mukatab menjawab bahwa penjualan pupuk itu di lakukan secara kelompok. SJT juga menunjukkan catatan pada aparat kepolisian, terkait siapa saja yang telah membeli pupuk pada kelompoknya.

Masih kata Mukatab, aparat kepolisian juga mendapati 34 pupuk gratis bantuan dari Kementan yang sebagian masih berada di rumah SJT. Aparat kepolisian juga meminta keterangan terkait sudah tidak adanya label tulisan pupuk gratis bantuan dari Kementan yang seharusnya tertera pada setiap kemasan.

“Ya diam orangnya (SJT) ketika di tanya seperti itu oleh aparat kepolisian” ungkap Mukatab.

Mukatab sendiri sempat merasa heran kenapa SJT dan kelompoknya mendapat bantuan pupuk gratis dari Kementan. Ia bahkan mempertanyakan di mana lokasi lahan baru yang telah di buat oleh SJT dan kelompoknya.

Sementara itu SJT ketika di temui awak media di tempat tinggalnya, ia membantah semua tuduhan bahwa dirinya pernah menjual pupuk gratis bantuan dari Kementan ke sejumlah petani di desanya.

“Tidak pak, demi Allah tidak,” jawab SJT singkat.

Menurut pengakuan SJT, bantuan pupuk gratis dari Kementan yang di terima oleh kelompoknya sebanyak 120 sak. Dari jumlah tersebut ia mengatakan telah di berikan secara gratis pada anggotanya.

Ia juga mengatakan, bahwa kelompoknya mendapatkan bantuan pupuk gratis dari kementan ini karena sudah memenuhi apa yang disyaratkan. Yakni ia beserta anggota kelompoknya telah membuka lahan PATB (Perluasan Area Tanam Baru) khusus tanaman padi seluas 30 hektar, yang berada di kawasan desa Timahan Kecamatan Kampak.

SJT sendiri merupakan ketua Kelompok Tani Sejahtera Desa Timahan Kecamatan Kampak yang telah mendapat bantuan pupuk gratis dari Kementan sekitar akhir bulan Desember 2020 yang lalu.

Seperti di beritakan sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek Ir. Didik Susanto menjelaskan bahwa bantuan pupuk jenis NPK dari Kementrian Pertanian adalah gratis dan tidak boleh diperjualbelikan.

Selain itu ada beberapa kriteria bagi Poktan (Kelompok Tani) yang berhak mendapat pupuk gratis Kementan. Diantaranya petani harus tergabung dalam Poktan (Kelompok Tani) dan memiliki lahan PATB (Perluasan Area Tanam Baru) terutama tanaman padi. [pit]

Berita Lainya