RADIOBOSSFM.COM
Take a fresh look at your lifestyle.

Penjamasan Pusaka, Awali Peringatan Hari Jadi Trenggalek

bossfm917.com, Trenggalek – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek ke-824 akan di laksanakan pada Jum’at (31/08/2018). Kesakralan peringatan hari jadi selalu di laksanakan dari tahun ketahun. Sekertaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Sunyoto mengatakan, prosesi hari jadi ini diawali dengan penjamasan pusaka Kadipaten pada Kamis hari ini (30/08/2018). Dua Pusaka yaitu tombak Korowelang yang dicuci menggunakan air dari 14 sumber keramat yang ada di 14 Kecamatan di Kabupaten Trenggalek. Sunyoto menambahkan, akan ada empat jenis pusaka yang akan diarak, yakni pusaka utama tombak Kyai Korowelang, Songsong Tunggul Wibawa, Songsong Tunggul Naga, bendera Parasamya Purnakarya Nugraha, dan replika Prasasti Kamulan yang menjadi patokan penentuan hari jadi Trenggalek.

Penjamasan ini rutin dilakukan tiap tahun, sekaligus upaya merawat pusaka Kabupaten. Pusaka yang sudah dibersihkan ini kemudian di semayamkan selama satu malam di lokasi Prasasti Medang Kamulyan di Balai Desa Kamulan Kecamatan Durenan. Yang sangat ditunggu warga dalam prosesi hari jadi ini adalah kirab pusaka yang akan di laksanakan Jum’at (31/08/2018). Untuk start di depan Kantor Dinas Dikpora, Pukul 07.00 WIB.

Adapun route kirab pusaka yaitu : Jl. RA. Kartini, Jl. Panglima Sudirman, Jl. Yos Sudarso, Jl. Jend. Basuki Rahmat, Jl. Patimura, Jl. Jaksa Agung Suprapto, Jl. P. Diponegroro, Jl. HOS. Cokroaminoto dan Finish Kantor Kesbanglinmas. Dari situ menurut Sunyoto, rombongan kirab akan bergabung dengan rombongan lainnya yang sudah berada di tempat tersebut dengan komposisi Cucuk Lampah, wakil bupati, pembawa pusaka, pembawa kendi Tirta Amertasari, pembawa foto Bupati, pasukan Monggang/Carabalen, pemikul jodhang, pasukan pembawa Tumpeng Karya, pasukan Nayaka Praja (Kepala Sekolah sarimbit) untuk melanjutkan kirab dengan jalan kaki menuju Pendapa Manggala Praja Nugraha.

Selain kirab pusaka prosesi lainya yang di tunggu – tunggu oleh masyarakat yaitu perebutan sedekah bumi, tumpeng Agung dan air jamasan yang diyakini warga masyarakat bisa membawa keberkahan. (pit)

Berita Lainya

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.