Media Hiburan dan Informasi

POLRES TRENGGALEK SITA PULUHAN JUTA RUPIAH DARI OTT DI PUSKESMAS PULE

bossfm917.com, TRENGGALEK- Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Satreskrim Polres Trenggalek, melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap pegawai dan staf Puskesmas Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek, karena di duga melakukan pungutan liar (pungli) terkait iuran jasa pelayanan kesehatan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“OTT itu adalah terkait dengan dugaan pungli dana jasa pelayanan kesehatan PNS dan pegawai BLUD non PNS di Puskesmas Kecamatan Pule,” ujar Kapolres Trenggalek AKBP Didit BWS, saat press release di Mapolres, Jum’at (19/10/2018) .

AKBP Didit memaparkan, operasi tangkap tangan dilakukan Rabu siang (17/10/2018) pukul 13.00 WIB, di salah satu ruangan kantor pelayanan Puskesmas Pule. Dari OTT tersebut, Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Satreskrim Polres Trenggalek, berhasil mengamankan barang bukti berupa amplop sebanyak 48 lembar berisikan uang tunai total Rp 28.719.000, buku catatan pengelolaan iuran jasa pelayanan, dan stofmap dokumen pemberian jaspel triwulan I dan II. Selain itu, satu bendel laporan penggunaan dana taktis, satu buah order berisikan kwitansi dan nota penggunaan dana tektis. serta satu unit PC, satu unit monitor dan satu unit printer.

Kini, petugas juga masih melakukan pemeriksaan terhadap 7 orang saksi oknum PNS dan pegawai BLUD non PNS Puskesmas Kecamatan Pule, Trenggalek.

Lebih lanjut AKBP Didit menerangkan, pungli tersebut diduga dikoordinir sebanyak 7 orang oknum pegawai dan staf Puskesmas yang menamakan diri tim teknis. Sebanyak 65 orang pegawai dan staf penerima jasa pelayanan kesehatan sepakat mengumpulkan iuran dari uang jasa yang mereka terima sebesar 10 persen.

Kemudian tim teknis memberikan amplop yang bertuliskan nama dan jumlah yang harus dibayar kepada pegawai penerima jasa pelayanan. Selanjutnya amplop tersebut diisi uang sesuai jumlah yang tertulis lalu diserahkan kembali kepada tim teknis untuk dikumpulkan menjadi satu.

“Saat OTT ditemukan sebanya 48 amplop yang berisi uang total Rp 28.719.000, pada 2 orang oknum tim teknis yang merupakan iuran triwulan III tahun 2018,” imbuhnya

Dari hasil penelusuran penyidik, dana iuran yang dikumpulkan tidak ada rencana kegiatan dan laporan pertanggungjawaban secara riil dan tertulis. Sehingga diduga keras penggunaan dana iuran tersebut tidak sesuai dengan peruntukannya dan sebagian digunakan untuk kepentingan pribadi oknum tim teknis tersebut.

“ Untuk saat ini kasus masih dalam proses penyidikan dan pengembangan petugas. Sementara tersangka juga belum ditetapkan dan masih menunggu hasil pemeriksaan dan hasil gelar perkara dengan unsur UPP Kabupaten Trenggalek, dari Jaksa dan Inspektorat,”pungkasnya.

Berita Lainya