RADIOBOSSFM.COM
Take a fresh look at your lifestyle.

Polres Trenggalek Gelar Latpraops, Jelang Operasi Zebra Semeru 2020

RADIOBOSSFM.COM Kepolisian Resor Trenggalek menggalar Latihan Pra Operasi (Latpraops) dalam rangka persiapan dan kesiapan menjelang pelaksanaan operasi Zebra Semeru 2020. Latpraops bertujuan untuk mengetahui secara detail tentang kesiapan masing-masing Satuan Tugas sebelum operasi resmi digelar.

Dalam pelaksanaan Latpraops ini dipimpin langsung oleh Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring, serta seluruh personel yang nanti terlibat dalam operasi Zebra Semeru 2020.

AKBP Doni menegaskan operasi Zebra Semeru dilaksanakan selama 14 hari terhitung sejak tanggal 26 Oktober hingga 6 November 2020. Oleh sebab itu pihaknya meminta seluruh anggota yang terlibat serius menjalankan tugas sesuai dengan Satgas masing-masing.

“Dalam pelaksanaan operasi ini, tidak hanya sekedar kegiatan rutin tetapi harus ada perubahan peningkatan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalulintas sekaligus cipta kondisi Kamseltibcarlantas di tengah mewabahnya covid 19 di wilayah Jawa Timur,” tegas AKBP Doni.

Lebih lanjut AKBP Doni menuturkan, tujuan mendasar dari operasi Zebra Semeru 2020 adalah meningkatkan disiplin masyarakat dalam mentaati protokol kesehatan, berkurangnya jumlah pelanggaran dan laka lantas, membantu memperlancar distribusi logistik dan terciptanya Kamtibselcarlantas yang aman dan nyaman.

Sementara itu, Kabagops Polres Trenggalek Kompol Supiyan, selaku Karendalops Operasi dengan sandi `Zebra Semeru 2020`mengatakan, operasi kali ini akan melibatkan sedikitnya 44 personel yang terbagi dalam beberapa Satgas, diantaranya Satgas Deteksi, Satgas Preemtif, Satgas Preventif, Satgas Gakkum dan Satgas Banops.

“Masing-masing memiliki tugas, tanggung jawab dan peranan yang berbeda namun saling berkesinambungan satu sama lain. Kolaborasi dan sinergitas antar Satgas sangat diperlukan agar operasi dapat lebih optimal.” Ucap Kompol Supiyan.

Sedangkan Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Imam Mustolih, yang juga menjabat sebagai Kasatgas Gakkum menjelaskan, dalam operasi ini mengedepankan tindakan persuasif humanis dengan prosentase 40% preemtif, 40% preventif, 20% represif atau penegakan hukum.

“Ada beberapa prioritas sasaran yakni Pengemudi yang menggunakan handphone saat berkendara, pengendara dibawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, tidak menggunakan helm SNI, pengemudi yang terpapar Narkoba atau Miras, melawan arus dan melebihi batas kecepatan dan ugal-ugalan dan tidak sesuai spektek serta overload” Ujar AKP Imam.

Masih menurut AKP Imam, selain bidang kelalulintasan, selama operasi berlangsung pihaknya juga akan menggencarkan edukasi dan sosisliasi tentang protokol kesehatan. Pihaknya mengimbau kepada seluruh pengendara agar mengecek terlebih dahulu kelaikan serta kelengkapank kendaraan.

Berita Lainya