RADIOBOSSFM.COM
Take a fresh look at your lifestyle.

Sering Cemas, Bagaimana Diagnosa dan cara mengatasinya?

RADIOBOSSFM.COM Masalah pada mental seperti gangguan kecemasan bisa dialami oleh siapa saja. Gangguan cemas ini bisa mengganggu siapa saja karena menimbulkan rasa  khawatir yang berlebihan. Ada beberapa gejala yang membersamai munculnya gangguan kecemasan atau anxiety attack. Gangguan ini dapat mengenai siapa saja baik orang tua maupun muda. Gejala kecemasan ini bisa berpengaruh terhadap fisik dan psikologis.

Konsultan kesehatan, dr. Adhi Pasha Dwitama, melansir situs sehatqu menjelaskan, kecemasan berlebihan bisa dipicu oleh beragam hal mulai dari tipe kepribadian seseorang, mekanisme dari tubuh untuk menghadapi rasa takut, ataupun juga faktor yang saat itu menjadi pemicu kecemasan itu sendiri.

Diagnosis Gangguan Cemas

Gangguan cemas dapat didiagnosa melalui tanya jawab seputar keluhan yang dialami, riwayat kesehatan, penggunaan obat dan kehidupan sehari-hari. Setelah itu dokter akan menggunakan kriteria Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) untuk mendiagnosis.

Kriteria pasien yang mengalami gangguan cemas adalah:

  • Mengalami cemas secara berlebihan yang sudah berlangsung minimal 6 bulan
  • Sulit mengontrol rasa cemas
  • Pasien mengalami 3 atau lebih dari gejala ini :
  • Gelisah dan tersudut
  • Lelah
  • Sulit konsentrasi atau tidak dapat berpikir jernih
  • Mudah tersinggung
  • Otot menjadi tegang
  • Sulit tidur

Itulah beberapa fakta mengenai gangguan cemas atau anxiety attack. Jika gangguan cemas tidak ditangani, rasa cemas dan khawatir berlebihan dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang.

Untuk bisa mengatasi rasa cemas dapat dilakukan beberapa hal

  • Tenangkan pikiran salah satunya dengan melakukan meditasi
  • Lakukan latihan pernapasan
  • Berbagi cerita pada orang yang dipercaya atau orang terdekat untuk membantu menenangkan rasa cemas
  • Melakukan kegiatan untuk mengalihkan rasa cemas
  • Melakukan olahraga rutin
  • Perhatikan hal apa yang menjadi pemicu stres dan hadapi atau hindari agar tidak memicu rasa cemas.

Jika merasa kesulitan, perlu dilakukan pemeriksaan dan konsultasi pada profesional seperti dokter spesialis kejiwaan atau psikolog agar dilakukan penanganan, baik melalui psikoterapi atau konseling maupun pemberian obat anticemas jika diperlukan.

Berita Lainya