Media Hiburan dan Informasi

Tersandung Kasus PDAU, Anggota DPRD Trenggalek Jadi Tersangka

bossfm917.com, TRENGGALEK- Sukadji, Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Trenggalek akhirnya resmi jadi tahanan Kejaksaan Negeri Trenggalek.

Setelah ditetapkan menjadi tersangka , Politisi dari Partai Golkar ini langsung ditahan di Rutan Klas IIB Trenggalek, Rabu (31/10/2018).

Penahanan Sukadji berkaitan dengan kasus penambahan penyertaan modal di Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) milik Pemkab Trenggalek tahun anggaran 2007.

Sukadji yang di duga memiliki peran penting dalam memuluskan penambahan anggaran penyertaan modal PDAU, seperti percetakan, pabrik ES dan lainnya. Dari anggaran awalnya disetujui 1 Miliar minta ditambah sebesar 9,8 Miliar, sehingga menjadi 10,8 Miliar, dengan meminta uang pelicin sebesar Rp 200 juta melalui transfer rekening.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Trenggalek Lulus Mustofa memaparkan, waktu itu peran Sukadji sebagai ketua pansus dan ketua banggar, tersangka meminta sejumlah uang untuk memuluskan penambahan penyertaan modal PDAU sebesar Rp 200 juta kepada inisial G selaku direktur PDA.

Menurut Lulus, uang tersebut dikirim dengan sarana transfer melalui rekening inisial P yang merupakan teman tersangka. Kemudian uang tersebut dicairkan sekitar Rp 165 juta oleh inisial S dan P. Setelah pencairan kartu ATM lebih lanjut dibawa S untuk pencairan berikutnya.

“Inisal P ini hanya sebagai teman tersangka yang hanya dipinjam nomor rekeningnya. Untuk modus, apakah ada money laundry nanti tunggu saja perkembangan selanjutnya,” ungkap Lulus.

Dari pengakuan tersangka, Lulus menjelaskan, uang tersebut untuk keperluan THR pada waktu itu. Namun setelah ditelusuri uang itu digunakan untuk kepentingan pribadi. Sementara untuk inisial G ini sebagai direktur di PDAU, sekaligus sebagai PNS di Pemkab Trenggalek pada saat itu.

Dalam kasus ini Lulus mengatakan, pihaknya telah memeriksa lebih dari 15 saksi dan barang buktinya termasuk buku tabungan dan rekening koran.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, tersangka akan dijerat dengan pasal yang disangkakan pasal 5, 11, 12 huruf a dengan ancaman 5 tahun penjara. “Kami berjanji akan tetap menindaklanjuti kasus ini karena diduga melibatkan banyak anggota DPRD Kabupaten Trenggalek Periode 2005-2010,” pungkasnya.

Berita Lainya