Media Hiburan dan Informasi

TERTUNDANYA RSUD dr. SOEDOMO TRENGGALEK NAIK KELAS , TERNYATA INI PENYEBABNYA

bossfm917.com, TRENGGALEK- Belum terpenuhinya jumlah tenaga medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soedomo Trenggalek, mejadi salah satu hambatan untuk naik tingkat dari rumah sakit type C, ke rumah sakit type B.

Menanggapi hal ini ,direktur RSUD dr Soedomo Trenggalek dr. Saeroni, kepada awak media di RS dr Soedomo, Kamis malam (25/10/2018) menjelaskan, tertundanya naik kelas dari type C menuju type B di karenakan belum terpenuhinya beberapa dokter sub spesialis. ” untuk memenuhi akses pelayanan ke masyarakat, kita akan menuju ke kelas B, untuk menuju ke kelas B, kita kekurangannya adalah dokter SUB Spesialis, kemudian dokter spesialis gigi, dan rehab medik. Kalau itu sufah terpenuhi maka sudah masuk di kelas B,” ungkap dr. Saeroni.

Di konfirmasi strategidi dalam mengatasi kekurangan dokter spesialis , dr. Saeroni mengaku sudah merekrut tenaga kontrak melalui BLUD.
” Ada dua dokter spesialis yg sudah di rekrut di tahun 2018 ini, yaitu spesialis jantung dan urologi,” jelas dr Saeroni.

Sementara itu di singgung terkait lowongan formasi dokter pada rekrutmen CPNS Tahun 2018 yang sepi peminat, dr. Saeroni mengungkapkan, hal itu karena terbentur dengan aturan adanya batasan usia maksimal 35 tahun. ” usia rata – rata dokter spesialis itu sudah di atas 35 tahun, jadi ya tidak bisa mendaftar.

Di waktu yang sama, Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak, yang melakukan kunjungana di RSUD dr. Soedomo  mengatakan perlunya untuk segera menambah jumlah dokter spesialis.

” Iya ada penambahan dokter baru, terutama dokter spesialis. Jadi ini adalah satu tantangan, berdasarkan undang undang, dokter harus meningkatkan profesinya. Jadi memang kalau terbatas jumlah dokternya, mereka harus membagi waktu antara investasi di peningkatan profesi dan melayani pasien. Kalau semakin banyak dokternya tiga atau dua dari spesialis, jadi kalau ada yang investasi peningkatan profesi, nantinya ada cadangan.” tutur Emil.

Menanggapi adanya keluhan pasien terkait tidak adanya dokter spesialis pada hari Sabtu, Emil menjelaskan bahwa dokter di hari Sabtu itu memang harus mengikuti pengembangan profesi.

” Salah satu yang kita wacanakan, kita akan kompensasi peningkatan layanan di hari hari hari  biasa. Kita akan membangun Sistem Remote Consulting, walaupun dokter spesialis tidak ada, tapi pasien bisa mendapatkan advis, jadi tidak harus menunggu dokternya balik,” ungkap Emil.

Selain sistem Remote Consulting, Emil mengatakan, pihaknya akan meningkatkan Emergency Medical Service. ” Jadi walapun tidak ada dokter spesialis di hari Sabtu, tetapi kalau ada hal urgent bisa di tangani,” pungkas Emil.

Berita Lainya