Media Hiburan dan Informasi

Ungkap Kasus Kerusakan Lingkungan Hidup Pertama di Jatim dan ke 4 di Indonesia, Polres Trenggalek Tetapkan 2 Tersangka

RADIOBOSSFM.COM- Polres Trenggalek akhirnya menetapkan dua orang tersangka atas kasus dugaan kerusakan lingkungan hidup di di Kawasan Hutan Negara petak 95K Blok Cengkrong RPH Watulimo BKPH Bandung RPH Kediri masuk Dusun Cengkrong Desa Prigi Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek.

Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring, membenarkan pihaknya telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus ini, yakni GYN dan SKR. Keduanya merupakan warga Watulimo Kabupaten Trenggalek.

AKBP Doni juga mengatakan pengungkapan kasus ini merupakan yang pertama kali di Jawa Timur. Hal tersebut tak lepas dari dedikasi dan integritas jajarannya hingga berhasil mengungkap secara tuntas.

“Kita serius menangani kasus ini. Sejak awal sudah saya instruksikan agar benar-benar jeli dan penanganan harus sampai tuntas. Jangan sampai kejadian yang sama terulang kembali.” Jelas AKBP Doni. Selasa, (1/12).

Lebih lanjut AKBP Doni menjelaskan, akibat dari kerusakan lingkungan tersebut bisa berpengaruh pula terhadap lingkungan sekitar maupun habitat laut yang berada disekitar lokasi tambak udang sehingga perlu dilakukan tindakan Kepolisian terukur dengan melakukan penyelidikan dan penyidikan dengan memperhatikan dampak yang lebih luas.

“Tidak menutup kemungkinan penyelidikan kasus kerusakan lingkungan hidup akan berkembang ke daerah pesisir lainnya.” Tambah AKBP Doni

Sejauh ini dalam memperkuat bukti bukti sebagai dasar dalam penetapan tersangka, AKBP Doni mengatakan pihaknya telah meminta keterangan dari beberapa saksi ahli diantaranya ahli titik koordinat BPKH wilayah XI Yogyakarta, ahli kehutanan, ahli perikanan, ahli kerusakan tanah dan lingkungan, dan ahli pidana.

Sementara itu Wakapolres Trenggalek Kompol Mujito dalam konferensi pers menerangkan, kedua tersangka patut diduga melanggar pasal 98 ayat (1) dan/atau pasal 99 ayat (1) UU RI nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup Jo pasal 55 ayat (1).

“Setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp 3 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.” ungkap Kompol Mujito.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dari aktivitas tambak tersebut sudah berlangsung  pada kurun waktu mulai bulan Agustus 2019 sampai dengan sekarang. Berawal dari gagasan untuk membuat tambak udang vannamei (Litopenaeus Vannamei) yang belakangan diketahui lokasi tambak (TKP) mengalami kerusakan lingkungan hidup yang melebihi keriteria baku berdasarkan hasil uji secara laboratoris sampel tanah di laboratorium ICBB dan resume ahli serta keterangan ahli yang tertuang dalam berita acara pemeriksaan ahli.

Adapun taksir kerugian secara materill kerusakan lingkungan hidup berdasarkan perhitungan kerusakaan lingkungan dari ahli kerusakan tanah dan lingkungan hidup (yang tertuang dalam penghitungan kerugian kerusakan lingkungan) mencapai Rp. 3 miliar. (pit)

Berita Lainya