Media Hiburan dan Informasi

Waduh! Baru Selesai di Aspal, Jalan Ngampon – Bendo Sudah Rusak

RADIOBOSSFM.COM, Trenggalek- Proyek pengaspalan jalan Ngampon – Bendo yang menelan anggaran 12,5 milyar ini telah rampung dikerjakan. Ironisnya, sudah ada beberapa titik bahu jalan yang mengalami kerusakan.

Menanggapi adanya kerusakan tersebut, Ketua Komisi III DPRD Trenggalek Bidang Pembangunan, Sukarodin, ia menjelaskan bahwa apabila terjadinya kerusakan jalan itu masih dalam masa pemeliharaan, maka sepenuhnya menjadi tanggung jawab dari pihak penyedia jasa.

“Saya kira itu di aturannya kan jelas. Jadi itu kelihatannya masih masa pemeliharaan. Jadi masih tanggung jawab penyedia jasa, maka untuk itu mereka harus bertanggung jawab,” terang Sukarodin saat di konfirmasi di gedung DPRD Trenggalek, Senin (4/1).

Sukarodin juga menjelaskan bahwa dalam waktu dekat ini Komisi III DPRD akan segera memanggil OPD terkait untuk dimintai keterangan sekaligus mempertanyakan langkah apa yang akan di lakukan dalam menangani hal tersebut.

Begitu juga dari pihak Komisi III DPRD Trenggalek, Sukarodin dalam keteranganya mengatakan akan segera menjadwalkan untuk melakukan sidak dan meninjau secara langsung adanya kerusakan jalan.

Sementara itu Kepala Bidang Pemeliharaan Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Kabupaten Trenggalek, Joko Widodo, ketika di temui di kantornya ia menjelaskan, bahwa pekerjaan proyek pemeliharaan jalan berkala Ngampon-Bendo sepanjang kurang lebih 6 Km ini dikerjakan oleh PT. Sarana Multi Usaha dari Blitar. Pekerjaan proyek di mulai dari tanggal 27 Agustus hingga 21 Desember 2020, dan di biayai dengan pagu anggaran dari APBD senilai Rp12,7 milyar.

“Kalau kontraknya itu 11,6 milyar terus ada adendum sepuluh persen kemudian menjadi 12,7 milyar ” kata Joko.

Dengan adanya kerusakan di beberapa bahu jalan, Joko mengatakan bahwa masa pemeliharaan dari proyek jalan Ngampon – Bendo adalah 360 hari atau satu tahun. Oleh karena itu apabila saat ini terjadi kerusakan dan masih di masa pemeliharaan, maka masih menjadi tanggung jawab dari pihak kontraktor.

“Pokoknya selama ada kerusakan harus di perbaiki dan itu akan kita kawal terus,” tegasnya. (pit)

Berita Lainya