HUT-RI-80
Berita  

Bupati Trenggalek Ikuti Peluncuran Nasional 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

Terhubung daring dari Pendopo, Bupati Trenggalek bersama Forkopimda ikuti peluncuran kelembagaan koperasi oleh Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin bersama jajaran Forkopimda mengikuti peluncuran nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara daring dari Pendopo Manggala Praja Nugraha, Senin (21/7/2025).

RADIOBOSSFM– Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti peluncuran kelembagaan 80.000 Koperasi Desa (DMP) dan Kelurahan Merah Putih (KMP) secara nasional oleh Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dari Pendopo Manggala Praja Nugraha, Senin (21/7/2025).

Di Kabupaten Trenggalek sendiri, peluncuran kelembagaan koperasi ini sebenarnya telah lebih dahulu dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78 pada 12 Juli lalu, yang dipusatkan di halaman Pendopo Manggala Praja Nugraha. Sebanyak 157 koperasi desa dan kelurahan resmi dilaunching oleh Bupati Nur Arifin dalam momentum tersebut.

Bupati yang akrab disapa Mas Ipin ini berharap, koperasi yang dibentuk dapat menjadi instrumen penting dalam mendorong pemerataan ekonomi di wilayah pedesaan. Ia menekankan pentingnya keseriusan dan ketepatan arah dalam pengembangan kelembagaan koperasi tersebut.

“Semoga sesuai dengan harapan Pak Presiden Prabowo dimana Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih bisa menjadi instrumen untuk melakukan pemerataan ekonomi di tingkat desa,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Trenggalek, Saniran, menyebutkan bahwa Trenggalek masuk dalam 10 besar tercepat dalam pembentukan koperasi merah putih se-Jawa Timur. Hingga batas akhir 31 Juni 2025, seluruh target pembentukan koperasi telah rampung 100 persen.

“Alhamdulillah Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih di Trenggalek saat ini sampai batas terakhir tanggal 31 Juni itu pembetukan 100% dan masuk 10 besar Jawa Timur di urutan ke-7 tercepat,” katanya.

Saniran menjelaskan bahwa setelah proses pendirian dan pembuatan akta selesai, koperasi akan dilengkapi dengan perizinan dan penerbitan NPWP. Ia memastikan seluruh proses ini telah berjalan sesuai rencana tanpa kendala berarti.

Terkait peluncuran kelembagaan yang dilakukan hari ini, Saniran menyebut hal tersebut merupakan bagian dari sinkronisasi dengan program nasional. “Launching kelembagaan itu mengikuti programnya Pak Presiden. Memang secara nasional dilaunching hari ini, sedangkan di kami sudah kita launching pada waktu Hari Koperasi 12 Juli yang lalu,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini fokus utama bukan pada bentuk usaha koperasi, melainkan pada penguatan kelembagaannya terlebih dahulu agar memiliki fondasi kuat untuk jangka panjang.

“Jadi mematangkan kelembagaannya dulu, karena takut kami mereka sudah berusaha melakukan usaha tapi kelembagaannya belum tertata. Ini bisa berpotensi resiko,” terang Saniran.

Ke depan, koperasi diminta segera menyusun Anggaran Rumah Tangga (ART), program kerja, serta Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB). Menurut Saniran, koperasi yang sehat memerlukan rencana jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang agar memiliki landasan pacu yang jelas dan kokoh.

“Ini memang dashboardnya koperasi untuk take off maupun landing. Jadi mubadzir mereka take off tapi tidak tahu landasan pacunya,” ungkapnya. Ia berharap koperasi-koperasi yang terbentuk tidak hanya bertahan lima tahun, tapi bisa terus berjalan dan memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa.

Saniran juga menjelaskan bahwa sumber keuangan koperasi berasal dari berbagai potensi, seperti simpanan pokok dan wajib anggota, hibah, pinjaman dari bank atau kerja sama antar koperasi, serta penyertaan modal dari anggota. Namun semua itu tetap harus ditopang oleh sumber daya manusia dan kelembagaan yang matang.

Peluncuran kelembagaan koperasi secara nasional dilakukan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dari Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten. Dalam peluncuran tersebut, Prabowo menegaskan bahwa konsep koperasi adalah untuk mereka yang lemah, agar bisa menjadi kuat melalui gotong royong.

“Konsepnya sederhana, sama dengan konsep lidi. Satu lidi lemah, namun dari lemah-lemah itu menjadi kekuatan karena konsepnya gotong royong,” terang Prabowo.

RATECARD UMKM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *