Dari Jalan Hingga Lingkungan, Jejak Pembangunan Trenggalek di 2025

Dari pembangunan infrastruktur hingga inovasi lingkungan, Trenggalek menapaki 2025 dengan langkah terukur di tengah keterbatasan fiskal.

Ilustrasi Pembangunan Insfratruktur Trenggalek 2025. (Gambar sintetis AI)

RADIOBOSSFM.COM- Tahun 2025 menjadi bab penting dalam perjalanan pembangunan Kabupaten Trenggalek. Di tengah tantangan fiskal yang tidak ringan, pemerintah daerah memilih tetap melangkah pelan tapi pasti, dengan prinsip pemerataan dan keberlanjutan.

Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus utama. Dari kawasan perkotaan hingga pelosok desa, perbaikan dan peningkatan jalan terus dilakukan secara bertahap. Sepanjang 2025, mengutip data dari Pemkab Trenggalek, peningkatan jalan yang telah terealisasi sepanjang 10.209,04 meter, disusul pemeliharaan berkala 1.200 meter, guna menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Tak hanya itu, rehabilitasi jalan sepanjang 8.102,91 meter serta pemeliharaan rutin 33.387,2 meter menjadi upaya nyata menjaga kualitas infrastruktur yang sudah ada.

Di sektor pengendalian bencana, normalisasi sungai di sejumlah titik prioritas juga dilakukan sebagai langkah preventif menghadapi potensi banjir.

Namun pembangunan Trenggalek tidak berhenti pada beton dan aspal.

Di sektor pariwisata, Trenggalek menunjukkan wajah daerah yang adaptif dan inovatif. Kemudahan akses menuju destinasi wisata kini semakin terasa melalui layanan TGX Cikar serta Shuttle Bus dari Bandara Kediri menuju Pasar Pon Trenggalek. Hasilnya cukup signifikan: sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan mendekati satu juta kunjungan.

Capaian ini bukan sekadar angka, melainkan sinyal bahwa Trenggalek mulai diperhitungkan sebagai daerah tujuan wisata yang ramah, mudah diakses, dan terus berbenah.

Di sisi lain, kesadaran akan pentingnya lingkungan hidup juga mendapat tempat yang serius. Tahun 2025, Trenggalek berhasil meraih predikat sebagai kabupaten dengan kualitas udara terbaik di Jawa Timur. Sebuah capaian yang tidak datang tiba-tiba, melainkan buah dari kebijakan dan partisipasi masyarakat.

Dari semangat tersebut lahirlah Program Sangu Sampah, sebuah gerakan kolektif yang mengajak warga mengelola sampah secara bijak. Program ini menanamkan kesadaran bahwa sampah bukan sekadar residu, melainkan memiliki nilai jika dikelola dengan cara yang tepat dan bertanggung jawab.

Pada akhirnya, pembangunan fisik dan pembangunan karakter harus berjalan beriringan. Trenggalek memahami bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari panjang jalan atau jumlah kunjungan wisata, tetapi juga dari perubahan perilaku, kepedulian sosial, dan cara berpikir masyarakatnya.

Tahun 2025 mungkin bukan tahun yang sempurna. Namun dari setiap langkah yang diambil, terlihat jelas arah yang ingin dituju: Trenggalek yang tangguh, lestari, adil, dan makmur. Dan perjalanan panjang itu hanya akan bermakna jika terus dijalani bersama.

RATECARD UMKM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *