TRENGGALEK – Kepanikan sempat melanda warga di wilayah pesisir selatan Jawa Timur setelah gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 5,7 mengguncang pada Selasa (27/1/2026) pagi.
Meski pusat gempa berada di kedalaman, dampak getaran menyebabkan kerusakan fisik dan korban luka di Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 08:20:44 WIB. Episenter gempa terletak pada koordinat 8,18^\circ LS dan 111,33^\circ BT, tepatnya di darat pada jarak 24 km arah Tenggara Pacitan dengan kedalaman 122 km.
Di wilayah Trenggalek, getaran dirasakan dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa seakan ada truk berlalu).
Laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek mengonfirmasi bahwa dampak paling signifikan terjadi di Kantor Kecamatan Dongko. Getaran gempa menyebabkan bagian atap gedung mengalami rusak ringan, di mana sejumlah genting runtuh ke area ruang kerja.
Kejadian ini mengakibatkan tiga orang mengalami luka ringan akibat terkena reruntuhan material atap. Identitas para korban adalah:
- Bapak Sukamdi
-
Ibu Bintang
-
Bapak Reza
Adapun upaya Penanganan
Pasca-kejadian, Tim Reaksi Cepat (TRC) Multisektor BPBD segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pendataan dan pengamanan area.
“Petugas sudah di lokasi untuk memberikan pertolongan pertama kepada para korban luka. Saat ini kerusakan sedang diinventarisir, dan kami pastikan pelayanan publik tetap diupayakan berjalan meski ada kerusakan di bagian atap,” ujar perwakilan TRC BPBD Trenggalek.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Kecamatan Dongko sudah mulai kondusif. Warga diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan, serta selalu memastikan konstruksi bangunan dalam kondisi aman sebelum kembali beraktivitas di dalam ruangan.

