TRENGGALEK – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa dalam sepekan ke depan. Jawa Timur menjadi salah satu daerah yang masuk kategori siaga akibat potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang pada periode 20 hingga 26 Mei 2026.
Peringatan tersebut muncul di tengah kondisi cuaca yang belakangan berubah cepat meski sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau. BMKG menilai dinamika atmosfer masih memicu pembentukan awan hujan intensitas tinggi di sejumlah daerah.
Melalui informasi peringatan dini cuaca, BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang hingga gangguan aktivitas transportasi.
Di Jawa Timur, puluhan daerah disebut berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Kondisi itu diperkirakan terjadi terutama pada siang hingga malam hari.
BMKG menyebut cuaca ekstrem masih mungkin terjadi meskipun saat ini sebagian wilayah Indonesia telah memasuki transisi menuju musim kemarau 2026. Berdasarkan prediksi BMKG, sebagian besar wilayah Jawa mulai masuk musim kemarau sejak Mei dan Juni, namun hujan dengan intensitas tinggi masih dapat muncul akibat faktor atmosfer regional.
Masyarakat diminta tidak mengabaikan perubahan cuaca mendadak, terutama saat beraktivitas di luar ruangan maupun di wilayah rawan longsor dan banjir.
BMKG juga mengimbau warga rutin memantau pembaruan prakiraan cuaca melalui kanal resmi maupun media sosial BMKG agar dapat mengantisipasi potensi cuaca buruk lebih dini. Informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini dapat diakses melalui BMKG.

