Berita  

Anggaran Infrastruktur Trenggalek 2026 Naik Jadi Rp95 Miliar, Mas Ipin Fokus Perbaikan Jalan

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menyebut anggaran pembangunan infrastruktur pada tahun 2026 meningkat signifikan. Pemerintah Kabupaten Trenggalek menyiapkan sekitar Rp95 miliar, atau bertambah sekitar Rp60 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan saat kegiatan Safari Ramadan di Desa Jatiprahu, Kecamatan Karangan, Senin (9/3). Dalam kesempatan itu, bupati yang akrab disapa Mas Ipin juga meninjau kondisi jalan pada ruas Sumberingin–Kedekan yang dikeluhkan warga.

Kepada awak media, Mas Ipin menjelaskan bahwa perbaikan jalan menjelang Idulfitri sudah mulai dilakukan di sejumlah titik. Beberapa pekerjaan perbaikan bahkan telah dipublikasikan melalui media sosial Dinas PUPR Trenggalek.

Menurutnya, prioritas perbaikan saat ini masih difokuskan di wilayah Kecamatan Durenan, karena selain menjadi pintu masuk Kabupaten Trenggalek, kawasan tersebut juga menjadi pusat perayaan Hari Raya Ketupat atau Kupatan.

“Untuk perbaikan jalan bisa dilihat dari unggahan media sosial PUPR, ada beberapa titik yang sudah dikerjakan. Selama ini yang kita prioritaskan memang daerah Durenan karena di situ nanti pusatnya Kupatan dan juga jalur masuk,” kata Mas Ipin.

Sementara itu, terkait keluhan warga terhadap kondisi jalan Sumberingin–Kedekan, Mas Ipin menyebut Dinas PUPR sebelumnya telah melakukan survei lapangan dan menjadikannya sebagai salah satu prioritas penanganan.

“Tadi saat Safari Ramadan kita mendapat masukan mulai dari Sumberingin sampai Kedekan. Bahkan sebelum kepala desa menyampaikan, PU sebenarnya sudah mengagendakan perbaikan di sini,” ujarnya.

Ia menegaskan pemerintah daerah akan segera menindaklanjuti aspirasi masyarakat, terlebih ketika keluhan tersebut muncul langsung dalam kegiatan Safari Ramadan.

“Jangan sampai warga sudah menyampaikan permintaan, apalagi momennya saat Safari Ramadan, patut kita tindak lanjuti,” imbuhnya.

Mas Ipin juga menjelaskan bahwa peningkatan anggaran infrastruktur tahun ini memberikan ruang lebih besar untuk penanganan jalan.

“Tahun ini kita punya anggaran lebih banyak dari tahun sebelumnya. Sekitar Rp95 miliar, naik sekitar Rp60 miliar dibanding tahun lalu,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala teknis dalam proses perbaikan jalan, salah satunya terkait peralatan untuk pemotongan aspal.

“Untuk penambalan jalan kita membutuhkan alat cutting aspal. Sebenarnya sudah kita anggarkan, tetapi belum bisa dibelanjakan sehingga sementara masih menyewa alat,” terangnya.

Selain itu, sebagian pendanaan juga berasal dari skema pinjaman daerah yang saat ini masih dalam proses penandatanganan kontrak.
Mas Ipin juga menyampaikan adanya dukungan anggaran dari pemerintah pusat untuk proyek infrastruktur di Trenggalek.

“Kemarin dari DPR RI, Ibu Novita bersama teman-teman Komisi V dan Banggar, termasuk Buya Said, membantu komunikasi sehingga kita mendapatkan sekitar Rp23 miliar,” katanya.

Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk pembangunan saluran air dan perbaikan jalan beraspal pada ruas Ngetal hingga Kampak.

“Targetnya selesai. Seharusnya sejak tahun lalu karena ini proyek multi years. Kemungkinan selesai sekitar April ini,” pungkasnya

RATECARD UMKM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *