Berita  

Perkuat Ketahanan Pangan, Korem 081/DSJ Panen Perdana Padi Japonica di Wilayah Trenggalek

Korem 081/DSJ bersama PT. Amerta Maju Bersama dan Forkopimda Trenggalek, melakukan panen perdana padi jenis Japonica di wilayah Kabupaten Trenggalek, Jum'at (15/7/2022). Foto : Anggar Pito/Radio Boss

TRENGGALEK – Dalam rangka program perkuat ketahanan pangan, Komando Resor Militer 081/Dhirotsaha Jaya Madiun, melakukan panen perdana padi jenis japonica di desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek, Jumat (15/7/2022).

Dalam kegiatan ini hadir Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Deni Rejeki di dampingi oleh Dandim 0806 Trenggalek, Letkol Kav Peddy Ady Prasetyo s. Sos, Forkopimda Kabupaten Trenggalek dan PT. No Brand Farmers.

“Kami korem 081/DSJ disini hadir di tengah masyarakat maupun petani untuk melaksanakan panen perdana padi japonica yang langsung di asuransi oleh PT. Amerta Tani Wajib Bersama,” ujar Danrem 081/DSJ.

Deni menambahkan dalam kegiatan kali ini sesuai perintah dari Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman, untuk melakukan program ketahanan pangan dan bagaimana melakukan tindakan nyata untuk bisa memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.

“Kami hadir di tengah masyarakat bersama PT Amerta Maju Bersama, untuk mengatasi kesulitan dan bisa memberi solusi kepada masyarakat bagaimana agar bisa menanam padi jenis japonica ini,” tuturnya.

Danrem juga berharap petani di kabupaten Trenggalek bisa menanam padi jenis japonica ini karena dinilai lebih unggul dari padi lokal.

“Jadi disini ada padi japonica dan ada padi lokal, tingginya padi japonica bisa sampai 120 cm, kalau padi lokal di bawahnya. Bobotnya juga lebih banyak daripada padi lokal. Oleh sebab itu kami berharap mudah mudahan padi jenis japonica ini bisa diterima dan dirasakan oleh semua petani yang ada di Kabupaten Trenggalek,” harapnya.

Pihaknya juga menambahkan dalam satu hektar sawah apabila ditanami padi biasa bisa menghasilkan panen 4,5 ton. Akan tetapi apabila ditanami padi jenis japonica ini dan dilakukan perawatan dengan baik, maka hasil panen bisa mencapai 8 ton.

Saat dikonfirmasi di lokasi yang sama, Direktur teknik PT. Amerta, Drs. Djoko Ardhityawan menjelaskan, banyak keunggulan lain dari padi jenis japonica dibandingkan dengan padi lokal.

“Bulirnya lebih panjang dan butiran padinya juga lebih banyak. Selain itu padi jenis japonica ini rendah kadar gula, bisa di bawah beras merah, sekitar 12%, batang kuat dan tidak mudah roboh,” terangnya.

Joko juga menyampaikan, saat ini sudah ada beberapa kabupaten di wilayah Jawa Timur yang sudah mengembangkan padi jenis japonica. Diantaranya di kabupaten Madiun, kabupaten Bojonegoro, kabupaten Tuban, dan kabupaten Jember. Selain di wilayah Jatim, ungkap Joko, padi jenis japonica ini juga akan dikembangkan hingga ke pulau Bali.

Sementara itu, Doding rahmadi, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek juga berharap, dengan adanya program ketahanan pangan dari TNI ini bisa lebih meningkatkan hasil produktivitas petani yang ada di Trenggalek.

“Kita sangat berharap peningkatan produktivitas pertanian ini benar benar bisa terwujud sehingga ketahanan pangan di kabupaten Trenggalek ini benar benar bisa terjaga karena dengan adanya perang Rusia Ukraina, dengan adanya covid dan sebagainya ini masalah pangan ini kan masalah dunia, sehingga kita benar benar pingin meningkatkan produktivitas pangan yang ada di kabupaten Trenggalek,” pungkasnya. (pit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi Kami
1
Hubungi Kami
Scan the code
Hallo Radio BOSS FM