Berita  

Sapi Jumbo 1,37 Ton Asal Trenggalek Dipilih Jadi Kurban Presiden Prabowo

Sapi jenis Simental milik peternak asal Pogalan, Trenggalek, dibeli sekitar Rp98 juta setelah berhasil lolos seleksi hewan kurban Presiden RI.

Sapi Simental berbobot 1,37 ton milik peternak asal Desa Pogalan, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto pada Iduladha 2026.

TRENGGALEK – Seekor sapi Simental berukuran jumbo milik peternak asal Desa Pogalan, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto pada Iduladha 2026. Sapi seberat 1,37 ton itu dibeli dengan nilai sekitar Rp98 juta.

Dengan bobot mencapai lebih dari satu ton, sapi berusia empat tahun tersebut menjadi salah satu ternak terbesar dari Trenggalek yang masuk daftar kurban presiden tahun ini. Posturnya pun mencolok, dengan tinggi sekitar 167 sentimeter dan panjang tubuh mencapai 2,5 meter.

Di balik ukurannya yang besar, sapi itu ternyata pernah berada di masa sulit. Mujadi mengaku ternaknya sempat terserang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ketika wabah melanda peternakan warga.

“Banyak sapi lain sampai roboh waktu PMK, tapi sapi ini masih bertahan,” kata Mujadi, Rabu (20/5/2026).

Mujadi membeli sapi tersebut sekitar satu setengah tahun lalu dengan harga Rp35 juta. Setelah sempat sakit, ia memilih tetap merawat ternaknya secara intensif meski biaya pakan dan pengobatan terus naik.

Perawatan yang dilakukan pun tidak biasa. Setiap hari sapi dimandikan dan diberi pakan bernutrisi tinggi seperti jagung rebus, katul, ampas tahu, serta rumput hijau pilihan untuk mendongkrak pertumbuhan bobotnya.

Hasilnya, sapi itu tumbuh jauh lebih besar dibanding rata-rata sapi kurban pada umumnya. Ukurannya yang tidak biasa akhirnya menarik perhatian tim seleksi hewan kurban presiden.

“Sekarang terpilih lagi jadi sapi kurban Pak Prabowo,” ujarnya.

Menariknya, ini bukan kali pertama sapi dari kandang Mujadi masuk lingkaran kurban kepresidenan. Tahun sebelumnya, sapi dari peternakannya juga dibeli untuk kebutuhan serupa. Namun kali ini, proses pembelian dilakukan langsung melalui dinas terkait.

Bagi Mujadi, pencapaian itu menjadi kebanggaan tersendiri. Dari peternak rakyat biasa di sudut Trenggalek, ia berhasil membuktikan bahwa kualitas ternak daerah mampu bersaing hingga level nasional. Kini sapi jumbo tersebut tinggal menunggu jadwal keberangkatan sebelum dikirim untuk pelaksanaan kurban Idul Adha mendatang.

RATECARD UMKM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

📻
RADIO BOSS
● LIVE Streaming
📻